Penurunan produksi tanaman pisang dapat dipengaruhi oleh adanya serangan hama dan penyakit tanaman pisang. Kerugian yang ditimbulkan salah satunya adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Layu fusarium merupakan penyakit penting pada berbagai jenis pisang dan salah satu penyakit yang sangat umum yang menyebabkan kehancuran pada tanaman pisang di daerah tropis maupun subtropis. Layu fusarium disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp. cubense (FOC). Pengendalian penyakit layu fusarium masih sulit dilakukan karena jamur mampu bertahan dalam waktu yang relatif lama di dakam tanah sebagai saprofit. Pengendalian penyakit dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis sangat tepat digunakan karena tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Mikroorganisme antagonis yang telah digunakan untuk mengendalikan penyakit layu Fusarium adalah jamur Trichoderma sp. Perlunya dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui waktu pemberian mikroorganisme antagonis yang efektif dan terbaik untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman pisang. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan rumah kawat hama penyakit tumbuhan dan agen hayati Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura ( BPTPH ) Jambi. Dalam penelitian digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan yaitu : T0 = tanpa Trichoderma sp ( kontrol ), T1 = Trichoderma, sp diinokulasi bersama dengan Fusarium oxysporum f. Sp, cubense yaitu 10 hari sebelum transplanting dan = Trichoderma sp dinokulasi bersama dengan waktu transplantig. Data yang diperoleh dianalisis secara sidik ragam dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test ( DNMRT ) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma sp dapat menekan serangan jamur Fusarium oxysporum f.sp cubense. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa saat muncul gejala pertama pada perlakuan T0 adalah 47.2 (Hsi), kemudian dikuti oleh perlakuan T2 yaitu 63.8 (Hsi) dan perlakuan T1 yaitu 86.2 (Hsi). Kemudian persentase diskolorisasi menunjukkan bahwa perlakuan T1 yaitu 3.5%, pada perlakuan T2 yaitu 12.7% dan perlakuan T0. adalah 33.9 % . Ketiga perlakuan memperlihatkan perbedaan yang nyata. Hal ini berarti bahwa perlakuan T2 yaitu waktu pemberian Fusarium oxysporum f.sp cubense 10 hari sebelum transplanting adalah lebih baik dan efektif untuk menekan jamur Fusarium oxysporum f.sp cubense pada bibit tanaman pisang.
Copyrights © 2025