Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi Inquiry-Based Learning (IBL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) serta dampaknya terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IBL dalam PAK mampu mendorong siswa untuk aktif bertanya, menganalisis masalah teologis, serta mengemukakan argumentasi yang logis dan berbasis pada pemahaman iman. Proses pembelajaran yang menekankan pada eksplorasi, pengamatan, dan penemuan mandiri membuat siswa lebih terlibat secara intelektual dan spiritual. Selain itu, strategi ini terbukti efektif dalam membangun pola pikir reflektif dan evaluatif yang menjadi inti dari keterampilan berpikir kritis. Guru juga berperan penting sebagai fasilitator yang menciptakan suasana kelas dialogis dan terbuka, sehingga siswa merasa aman untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan. Dengan demikian, implementasi IBL dalam PAK tidak hanya meningkatkan pemahaman materi, tetapi juga memperkuat kemampuan siswa dalam menganalisis nilai-nilai Kristiani secara mendalam, sistematis, dan kontekstual.
Copyrights © 2025