Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir statistis siswa SMA ditinjau dari gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik. Gaya belajar merupakan salah satu faktor internal yang memengaruhi cara siswa menerima, mengolah, dan mengingat informasi. Variasi gaya belajar diyakini berpengaruh terhadap capaian siswa dalam mempelajari materi statistika yang menuntut keterampilan membaca, menafsirkan, menganalisis, serta menyimpulkan data. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain deskriptif–kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 29 siswa kelas XI IPA di salah satu SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Instrumen yang digunakan adalah angket gaya belajar, tes kemampuan berpikir statistis, dan pedoman wawancara. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan skor, persentase, dan rata-rata. Analisis kualitatif dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan distribusi gaya belajar siswa terdiri atas 24,7% visual, 41,7% auditorial, dan 33,6% kinestetik. Rata-rata kemampuan berpikir statistis tertinggi dimiliki siswa auditorial (78,3), disusul visual (72,5), dan kinestetik (68,9). Wawancara mengungkapkan bahwa siswa auditorial lebih terbantu dengan penjelasan lisan dan diskusi, siswa visual lebih memahami melalui grafik dan diagram, sedangkan siswa kinestetik lebih mudah memahami materi melalui praktik langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya belajar memengaruhi cara siswa memahami statistika. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembelajaran multimodal yang mengintegrasikan media visual, diskusi verbal, dan kegiatan praktik agar seluruh gaya belajar siswa terfasilitasi.
Copyrights © 2025