Artikel ini membahas pentingnya kerukunan sosial dan keragaman etnis di Desa Sikalang, Indonesia, dengan menyoroti bagaimana pendekatan kultural lokal dapat memupuk persatuan di tengah keragaman. Dalam konteks globalisasi yang semakin pesat, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan di antara kelompok etnis yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis peran bahasa Tansidan budaya gotong royong dalam mempromosikan kohesi sosial. Temuan menunjukkan bahwa bahasa Tansiberfungsi sebagai alat komunikasi yang menyatukan dan memperkuat identitas kolektif serta ikatan emosional antarwarga. Selain itu, budaya gotong royong memfasilitasi integrasi sosial yang inklusif dengan melibatkan semua kelompok etnis dalam kegiatan kolektif, sehingga meningkatkan rasa saling percaya dan menghargai. Keberhasilan Desa Sikalang dalam mencapai kerukunan sosial menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, menekankan pentingnya kearifan lokal dan pendekatan partisipatif dalam mengelola keragaman.
Copyrights © 2025