Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana digitalisasi mempengaruhi pembentukan karakter dan spiritualitas remaja di Gereja HKBP Napitupulu, serta bagaimana persekutuan remaja berperan dalam merespons tantangan tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan pembina dan anggota persekutuan remaja, serta studi dokumen terkait program pembinaan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi membawa pengaruh positif berupa akses materi rohani, kemudahan komunikasi, dan peluang kreativitas pelayanan digital. Namun, penelitian juga menemukan tantangan seperti distraksi teknologi, penurunan konsentrasi rohani, kecenderungan konsumsi konten tanpa filter, serta potensi perilaku daring negatif. Persekutuan Remaja HKBP Napitupulu berperan penting dalam menghadapi tantangan ini melalui kegiatan pembinaan rutin, pendalaman Alkitab, pembinaan nilai Kristen, serta adaptasi pelayanan yang mulai memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan pembinaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter Kristiani remaja melalui model pembinaan hibrida yang relevan dengan konteks digital. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pelayanan remaja berbasis spiritualitas dan literasi digital di era modern.
Copyrights © 2025