Dalam konteks sosial dan religius yang masih didominasi struktur patriarkhal, pembacaan ulang terhadap tokoh perempuan dalam Kitab Suci menjadi penting untuk menegaskan kembali kontribusi perempuan dalam proses perubahan sosial dan religius. Artikel ini menganalisis transformasi tokoh Ester dalam pasal 4–5 dan 7, yaitu dari perempuan yang dibentuk oleh budaya patriarkhal–feodal menjadi aktor sentral dalam narasi penyelamatan bangsanya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir naratif, penelitian ini mengamati alur cerita, perkembangan karakter, hubungan simbolik tokoh, dan dinamika relasi kuasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ester mengalami proses kesadaran kritis yang mendorongnya keluar dari posisi pasif menuju kepemimpinan yang aktif, strategis, dan terukur. Melalui kecerdasan, keberanian, diplomasi yang halus, dan kerja kolektif dengan komunitasnya, Ester berhasil membalik struktur relasi kuasa gender tanpa pendekatan konfrontatif langsung. Narasi ini sekaligus memperlihatkan kompleksitas etis dalam proses pembebasan, karena keberhasilan Ester pada akhirnya tidak terlepas dari strategi yang turut melibatkan bentuk kekerasan. Penelitian ini membuka ruang refleksi teologis mengenai relasi antara gender, kuasa, dan keselamatan, serta relevansinya bagi pembacaan kontemporer tentang agensi perempuan dalam konteks sosial-keagamaan masa kini.
Copyrights © 2025