Penelitian ini mengeksplorasi strategi guru dalam melibatkan orang tua pada pembelajaran literasi dini di kalangan siswa kelas satu. Menyadari pentingnya peran keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan literasi anak, penelitian ini berfokus pada bagaimana guru merancang dan menerapkan strategi praktis untuk memperkuat kolaborasi antara rumah dan sekolah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan dua orang guru, delapan orang tua, dan kepala sekolah SD Bunga Persada di Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga strategi utama yang digunakan guru untuk meningkatkan keterlibatan orang tua: (1) strategi berbasis komunikasi, seperti buku komunikasi harian, grup pesan digital, dan pertemuan rutin; (2) aktivitas literasi berbasis rumah, termasuk membaca bersama, jurnal keluarga, dan pendampingan membaca; serta (3) program kolaboratif berbasis sekolah, seperti hari literasi, pojok baca, dan kelas terbuka. Guru menyesuaikan strategi-strategi ini dengan kondisi sosial ekonomi keluarga untuk memaksimalkan partisipasi. Tingkat keterlibatan orang tua bervariasi, dengan 37,5% sangat aktif, 50% cukup aktif, dan 12,5% kurang aktif. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pendidikan orang tua, pekerjaan, persepsi terhadap literasi, dan kualitas komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan pemberdayaan orang tua melalui pelatihan, peningkatan keterampilan komunikasi guru, serta penerapan kebijakan sekolah yang inklusif untuk memperkuat kemitraan literasi.
Copyrights © 2025