Pertumbuhan kebutuhan energi yang pesat di sektor industri menjadi tantangan besar dalam menjaga pasokan energi yang berkelanjutan. Salah satu alternatif ramah lingkungan adalah elektrolisis air garam yang menggunakan energi dari modul surya. Namun, proses elektrolisis membutuhkan pasokan listrik yang stabil, dan dalam penelitian ini sumber energinya berasal dari modul surya. Ketergantungan pada modul surya memberikan tantangan berupa fluktuasi arus dan tegangan, sehingga dibutuhkan sistem pemantauan yang mampu mengontrol dan menjaga kestabilan parameter proses tersebut. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) dengan sensor INA219 untuk tegangan dan arus, sensor ACS712 untuk arus, serta sensor pH untuk memantau hasil larutan elektrolit. Sistem dikendalikan oleh Arduino Uno dan ESP32 yang mengirimkan data ke Blynk secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan tegangan rata-rata 13,55 V, arus 0,412 A, dan larutan pH dengan rata-rata 0,72 (asam) serta 10,66 (basa). Sistem terbukti mampu mengontrol proses elektrolisis secara efisien dan mendukung produksi elektrolit dari energi terbarukan. Kata kunci— Elektrolisis, Modul Surya, IoT, Sensor Tegangan dan Arus, Arduino, Esp32
Copyrights © 2025