Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan cupang (Betta splendens) di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei, dan pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap 42 pembudidaya ikan cupang di Desa Sigerongan. Data yang dikumpulkan meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan bersih, serta kendala yang dihadapi dalam proses budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pembudidaya mencapai Rp13.320.711,9 per tahun, dengan nilai R/C ratio sebesar 2,96, yang berarti usaha budidaya ikan cupang dinyatakan layak untuk dikembangkan. Namun, pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala seperti kualitas air yang buruk, serangan penyakit dan parasit, serta keterbatasan modal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha dan pihak terkait dalam pengembangan usaha budidaya ikan cupang di daerah tersebut.
Copyrights © 2025