Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA) Muhammad Hamsyuni; Baiq Santi Rengganis
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Dalam rantai pasok terdapat tiga aliran yang harus dikelola yaitu aliran produk, aliran uang dan informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi padi pasca panen pada penggilingan padi serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran dalam rantai pasok padi pasca panen. Metode penelitian adalah deskriptif dan analitik sedangkan metode pengambilan sampel adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pertama yang terlibat dalam rantai pasok beras yaitu petani, penggilingan padi, tengkulak, pedagang pengecer, dan konsumen. Kedua pola saluran rantai pasok memiliki tiga pola saluran, yaitu : aliran produk dimulai dari petani menjual gabah ke penggilingan padi dan tengkulak, kemudian gabah tersebut diolah menjadi beras dan di jual kepada pedagang pengecer dan konsumen. Aliran keuangan dua pola saluran sama-sama menguntungkan. Aliran informasi yang terjadi mengalir dua arah petani dengan penggilingan padi, petani dengan tengkulak, penggilingan padi dengan tengkulak, penggilingan padi dengan pedagang pengecer, dan pedagang pengecer dengan konsumen. Margin tataniaga untuk masing-masing saluran ternyata berbeda. Pada saluran satu besar margin totalnya yaitu Rp3.300 per kg pada saluran dua margin totalnya sebesar Rp1.100 per kg dan saluran terakhir margin totalnya sebesar Rp2.000 per kg. Petani padi mendapat nilai tambah 15%, penggilingan padi medapat nilai tambah 49%, Tengkulak mendapat nilai tambah 16% dan pedagang pengecer mendapat nilai tambah sebesar 20%
Analisis Kelayakan Usahatani Tembakau Rajangan Varietas Virginia Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Ubudiyah, Lailatul; Herdiana, Herdiana; Hamsyuni, Muhammad
JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik
Publisher : Program Studi Manajemen, STIE Hidayatullah, Depok, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jimp.v3i2.588

Abstract

Tembakau merupakan hasil dari tanaman perkebunan semusim yang termasuk dalam genus Nicotiana. Tembakau berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai bahan baku rokok, cerutu, tembakau kunyah, dan tembakau hirup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani tembakau rajangan varietas Virginia di Desa Kwang Rundun, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya komoditas tembakau dalam perekonomian lokal, serta tantangan yang dihadapi petani, seperti fluktuasi harga, perubahan cuaca dan iklim dan biaya produksi yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 30 petani. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif (analisis kelayakan usahatani) untuk menghitung biaya tetap, biaya variabel, total biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap sebesar Rp 7.745.604 dan biaya variabel sebesar Rp 14.685.313 , sehingga total biaya produksi mencapai Rp 22. 430.917. Penerimaan rata-rata dari usahatani ini adalah Rp 60.397.800, yang menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp 37.966.883. Analisis kelayakan menggunakan R/C Ratio menunjukkan nilai 2,7, yang berarti setiap pengeluaran Rp 1 menghasilkan penerimaan Rp 2,7. Dengan demikian, usahatani tembakau rajangan varietas Virginia dinyatakan layak untuk dikembangkan. Namun, penelitian juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani, termasuk masalah modal (27% responden) dan cuaca yang tidak menentu (73% responden), yang dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha tembakau. Keberlanjutan penelitian ini sangat diharapkan. Pemerintah disarankan membentuk koperasi pertanian dengan permodalan bunga rendah dan menyediakan pelatihan manajemen keuangan untuk petani. Petani tembakau varietas Virginia diharapkan menerapkan teknologi irigasi efisien dan mendapatkan informasi cuaca akurat. Penelitian lanjutan tentang strategi pengembangan usahatani tembakau juga diperlukan.
Prospek Pendapatan Usaha Tani Blewah (Cucumis Melo L. ) Varietas Bisma Di Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah Ali, Muhammad; Novida, Sari; Hamsyuni, Muhammad
Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 2 No 4 (2025): Anthronomics: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek pendapatan usahatani blewah varietas Bisma di Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik quota sampling sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata petani blewah sebesar Rp 4.844.287 per musim tanam dengan total penerimaan Rp 9.600.000 dan total biaya Rp 4.755.713. Nilai R/C Ratio sebesar 2,02 mengindikasikan bahwa usahatani blewah menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Kendala utama yang dihadapi petani antara lain keterbatasan modal (53,33%), kendala pemasaran (30%) dan kendala budidaya (16,67%).
Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Cupang Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Putri, Lisa Amanda; Muhsin, Muhsin; Hamsyuni, Muhammad
Jurnal Kajian Ekonomi dan Manajemen Indonesia (JKEMI) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ekonomi dan Manajemen Indonesia
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Amal Shaleh Kombongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61079/jkemi.v3i2.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya ikan cupang (Betta splendens) di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei, dan pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap 42 pembudidaya ikan cupang di Desa Sigerongan. Data yang dikumpulkan meliputi biaya produksi, penerimaan, pendapatan bersih, serta kendala yang dihadapi dalam proses budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pembudidaya mencapai Rp13.320.711,9 per tahun, dengan nilai R/C ratio sebesar 2,96, yang berarti usaha budidaya ikan cupang dinyatakan layak untuk dikembangkan. Namun, pembudidaya masih menghadapi berbagai kendala seperti kualitas air yang buruk, serangan penyakit dan parasit, serta keterbatasan modal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pelaku usaha dan pihak terkait dalam pengembangan usaha budidaya ikan cupang di daerah tersebut.