Permasalahan rendahnya kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan tiga indikator utama PISA yakni memahami konteks, merumuskan masalah, dan menafsirkan hasil pada materi garis singgung lingkaran, menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Upaya yang pernah diterapkan seperti Problem-Based Learning (PBL), memang menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, namun belum sepenuhnya optimal karena sebagian siswa masih kesulitan memasuki tahap pemecahan masalah tanpa penguatan awal. Sementara itu, strategi Example–NonExample diketahui mampu memperjelas batasan konsep melalui penyajian contoh dan non-contoh, tetapi penggunaannya belum banyak diintegrasikan secara strategis untuk mendukung proses PBL maupun peningkatan literasi matematis. Dengan memadukan kedua pendekatan tersebut, pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh penguatan visual dan konseptual sebelum memasuki tahap investigasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas XI-7 SMAN 5 Jember melalui Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui tes literasi matematis, observasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator literasi matematis, dengan rata-rata kenaikan 14% dari siklus I ke II serta pergeseran signifikan jumlah siswa ke kategori kemampuan tinggi. Temuan ini menampilkan bahwa integrasi PBL berbantuan Example–NonExample mampu mengoptimalkan pembelajaran kontekstual dan visual, sehingga efektif meningkatkan literasi matematis siswa. Kata kunci: Literasi matematika, Problem-based Learning, Example NonExample
Copyrights © 2025