Evaluasi hasil belajar melalui Ujian Akhir Semester (UAS) perlu dianalisis untuk memastikan kualitas instrumen soal yang digunakan dalam mengukur kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan keberfungsian pengecoh soal UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Torjun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Data diperoleh dari kisi-kisi soal dan lembar jawaban siswa kelas XII melalui aplikasi bimasoft, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dan aplikasi bimasoft. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan menggunakan program SPSS, sementara analisis tingkat kesukaran, daya beda, dan pengecoh dikerjakan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 soal yang dianalisis, hanya 24 soal yang valid. Reliabilitas tes dinyatakan baik dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,780 yang menunjukkan konsistensi instrumen. Analisis daya beda memperlihatkan 3 soal kategori baik, 13 soal sedang, 7 soal cukup, dan 6 soal buruk atau gugur. Tingkat kesukaran menunjukkan 13 soal sukar, 7 soal sedang, dan 6 soal mudah. Analisis pengecoh mengungkapkan 13 soal memiliki pengecoh yang berfungsi baik. Sehingga dapat dikatakan, instrumen soal UAS Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Torjun cukup reliabel namun masih banyak soal yang perlu direvisi karena tidak valid atau memiliki daya beda rendah. Soal yang terlalu sukar maupun terlalu mudah perlu disesuaikan agar lebih representatif dalam mengukur kemampuan siswa. Penelitian ini bermanfaat bagi guru dan pengembang soal untuk memperbaiki kualitas instrumen evaluasi pembelajaran sehingga hasil penilaian lebih adil dan akurat.Culturally Responsive Teaching Approach in Indonesian Language LearningEvaluation of learning outcomes through the Final Semester Examination (UAS) needs to be analyzed to ensure the quality of the question instruments used to measure student competency. This study aims to analyze the validity, reliability, difficulty level, discrimination power, and distractor functionality of the Indonesian Language UAS questions at SMA Negeri 1 Torjun. The research method uses a quantitative approach with a descriptive analytical design. Data were obtained from the question grids and answer sheets of grade XII students through the bimasoft application, then analyzed using SPSS and the bimasoft application. Validity and reliability tests were carried out using the SPSS program, while the analysis of the difficulty level, discrimination power, and distractors was done manually. The results showed that of the 40 questions analyzed, only 24 questions were valid. The test reliability was declared good with a Cronbach's Alpha value of 0.780, which indicates instrument consistency. The discrimination power analysis showed 3 questions were categorized as good, 13 questions were moderate, 7 questions were sufficient, and 6 questions were poor or failed. The difficulty level showed that 13 questions were difficult, 7 questions were moderate, and 6 questions were easy. The distractor analysis revealed that 13 questions had functioning distractors. Therefore, it can be concluded that the Indonesian Language Final Exam (UAS) instrument at SMA Negeri 1 Torjun is quite reliable, but many questions still need revision due to invalidity or low discrimination. Questions that are too difficult or too easy need to be adjusted to more accurately measure student abilities. This research is useful for teachers and question developers to improve the quality of learning evaluation instruments so that assessment results are fairer and more accurate.
Copyrights © 2025