Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa, namun menghadapi tantangan dalam hal transparansi distribusi, partisipasi masyarakat, dan efektivitas kebijakan. Kurangnya sistem pemantauan yang akurat menyebabkan distribusi yang tidak merata dan akuntabilitas yang lemah. Penelitian ini menguji efektivitas SapaPangan dalam meningkatkan transparansi, partisipasi, dan kepercayaan masyarakat terhadap MBG. Menggunakan Explanatory Sequential Design dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini mengumpulkan data kuantitatif dari 100 responden (siswa, orang tua, guru,dan kepala sekolah) melalui survei skala Likert (1-5) dan dianalisis dengan uji korelasi. Data kualitatif dari 8-12 wawancara dengan penerima manfaat dan pemangku kepentingan dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SapaPangan meningkatkan transparansi, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap MBG. Fitur pelacakan waktu nyata dan umpan balik dari pengguna membantu meningkatkan distribusi pangan, meskipun literasi digital dan akses teknologi yang terbatas masih menjadi tantangan. Digitalisasi dalam program bantuan sosial meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas. SapaPangan dapat menjadi model transparansi berbasis teknologi dalam program pangan nasional.
Copyrights © 2025