Gunung Djati Conference Series
Vol. 58 (2025): Seminar Nasional Kimia Tahun 2025

PERAN MAGGOT SEBAGAI PENGURAI SAMPAH ORGANIK DI MAN BANDUNG BARAT: SOLUSI PAKAN TERNAK LELE

HANI CAHYA MAULANI (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2025

Abstract

Sampah menjadi permasalahan yang mengkhawatirkan karena volume produksi hariannya. Diperlukan pengolahan berkelanjutan untuk menguranginya, terutama sampah organik yang berasal dari sisa makanan siswa. Salah satu metode untuk mengolah sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva maggot Black Soldier Fly (BSF). Model pengelolaan sampah organik berbasis maggot dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menghasilkan produk yang bernilai, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengumpulan sampah organik, pengolahan menggunakan maggot, hingga pemanfaatan hasil akhir. Maggot mampu menguraikan sampah organik dengan cepat dan efisien, mengubahnya menjadi biomassa yang berguna. Selain itu, pemanfaatan maggot dalam pengelolaan sampah sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yang berfokus pada pengurangan limbah, penggunaan kembali, dan daur ulang material.Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penguraian sampah organik dengan maggot dan dijadikan pakan budidaya lele yang ada di madrasah. Lalat Black Soldier Fly (BSF) memiliki kandungan nutrisi protein yang mencapai 45-50% dan lemak yang mencapai 24-30%, sehingga dapat dijadikan pakan ternak bernutrisi tinggi. Maggot akan mengurangi pengeluaran pembelian pakan. Dengan penangganan sampah memberikan dampak positif terhadap ligkungan menjadi bersih dan sehat serta dapat mendorong semangat warga madrasah dalam berwirausaha. pengelolaan sampah organik berbasis maggot merupakan langkah strategis dalam mencapai tujuan ekonomi sirkular di MAN Bandung Barat. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Copyrights © 2025