Kurikulum Berbasis Kasih Sayang adalah pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang menekankan pembentukan karakter siswa melalui pemberian nilai-nilai seperti kasih sayang, empati, dan spiritualitas. Meskipun konsep ini sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yang manusiawi dan menyeluruh, penerapannya di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) masih menghadapi banyak hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama hambatan dalam penerapan Kurikulum Berbasis Kasih Sayang dengan melihat hasil dari beberapa MI di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kurangnya pemahaman guru, beban kerja administratif yang berat, minimnya tersedianya modul dan pelatihan resmi, serta pola pembelajaran yang masih memprioritaskan aspek kognitif. Selain itu, faktor sosial dan budaya, seperti harapan masyarakat terhadap prestasi akademik, juga memengaruhi efektivitas penerapan kurikulum ini. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya dukungan dari lembaga, peningkatan kemampuan guru, serta perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan agar Kurikulum Berbasis Kasih Sayang dapat diterapkan dengan baik di tingkat pendidikan dasar Islam.
Copyrights © 2025