Perkembangan teknologi finansial digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri pola konsumsi digital melalui penggunaan e-money serta mengkaji minat menabung mahasiswa Akademi Komunitas Dharma Bhakti Bangka berjumlah 10 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan e-money secara intensif untuk kebutuhan sehari-hari seperti makanan, transportasi, dan belanja online. Kemudahan transaksi digital mendorong perilaku konsumtif, sehingga menurunkan minat menabung. Namun, sebagian mahasiswa tetap berusaha menabung dengan strategi tertentu, seperti menyisihkan saldo ke rekening bank atau menggunakan aplikasi keuangan dengan fitur tabungan. Temuan ini menegaskan adanya paradoks: e-money memudahkan transaksi sekaligus berpotensi melemahkan kebiasaan menabung. Literasi finansial digital terbukti menjadi faktor penting dalam menyeimbangkan konsumsi digital dengan perilaku menabung. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian literasi keuangan dan perilaku konsumsi digital, serta manfaat praktis bagi institusi pendidikan dalam merancang program pembinaan keuangan mahasiswa. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya finansial yang sehat di kalangan mahasiswa, seimbang antara pemanfaatan teknologi dan kesadaran menabung.
Copyrights © 2025