Program Pos Gizi berfokus pada edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, dan pemberian makanan tambahan sesuai kebutuhan lokal dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara mendalam, dan analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali faktor pendukung, kendala, serta dampak program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang jelas dan koordinasi antarpetugas serta dengan masyarakat berjalan efektif dalam mendukung program. Tenaga kesehatan dan kader posyandu aktif memberikan edukasi gizi, konseling, serta memantau status gizi ibu hamil dan balita. Kendala utama yang ditemukan adalah keterbatasan dana, variasi menu makanan tambahan yang minim, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam edukasi gizi. Meskipun demikian, komitmen dan kerjasama lintas sektor memperkuat pelaksanaan program. Rekomendasi utama adalah peningkatan dukungan sumber daya, pelatihan berkala, penguatan komunikasi, serta evaluasi berkelanjutan guna mengoptimalkan efektivitas program penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas.
Copyrights © 2025