Pendekatan holistik dan aplikatif sangat penting dalam pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengatasi tantangan perkembangan kognitif dan motorik, yang secara esensial dapat dipenuhi oleh kerangka kerja interdisipliner STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics). Penelitian mini riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi proyek pembuatan filter air sederhana berbasis STEAM dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan keterampilan Sains dan Penalaran Kritis pada anak usia 5–6 tahun. Masalah yang dipecahkan adalah bagaimana menjadikan konsep pemurnian air yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret dan efektif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dilaksanakan selama lima hari (4–8 November 2025) pada anak Kelompok B di RA GHAFA MEDAN. Tahapan pemecahan masalah meliputi observasi kualitas air, perancangan sketsa, konstruksi filter (pemotongan, perakitan), pengujian, dan penguatan literasi. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan observasi (Science), perencanaan desain (Engineering/Art), penggunaan alat (Technology), dan kolaborasi. Anak mampu mengaplikasikan konsep fisika sederhana, seperti gravitasi dan kerapatan, saat menyusun lapisan filter. Disimpulkan bahwa implementasi proyek filter air berbasis STEAM terbukti efektif memfasilitasi pencapaian Capaian Pembelajaran PAUD, secara khusus dalam mengembangkan keterampilan Penalaran Kritis dan Kolaborasi, serta mengubah isu lingkungan menjadi pembelajaran yang konkret dan aplikatif.
Copyrights © 2025