Latar Belakang : Penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan beban PKV di Indonesia dari tahun 2025 hingga 2045 dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap mortalitas, prevalensi, insidensi, dan DALYs penyakit ini.Metode : Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Global Burden of Disease Study 2021 dan Data Proyeksi Penduduk BPS. Analisis proyeksi menggunakan metode ARIMA (autoregressive integrated moving average), GAM (Generalized Additive Model) dan Prophet. Sedangkan evaluasi model proyeksi menggunakan metode rolling-cross validation.Hasil : Antara tahun 2025 hingga 2045, laju kematian akibat PKV diperkirakan meningkat 28,32%, meskipun pada kelompok usia baku menurun sebesar 0,2%. Prevalensi PKV naik sebesar 41,10%, dengan peningkatan ringan pada kelompok usia baku sebesar 2,29%. Insidensi diperkirakan meningkat 33,32%, sementara laju insidensi pada kelompok usia baku naik 7,02%. DALYs menunjukkan kenaikan 22,32%, tetapi menurun sebesar 3,38% pada kelompok usia baku. Terdapat juga keterbatasan dalam ketersediaan data dalam GBD Study.Kesimpulan : Beban penyakit kardiovaskular di Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 2045. Meskipun ada potensi penurunan beban melalui pengurangan faktor risiko, implementasi program intervensi faktor risiko penyakit kardiovaskular perlu dioptimalkan.Kata Kunci : Penyakit kardiovaskular, faktor risiko, proyeksi, mortalitas, DALYs
Copyrights © 2025