Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana para ibu balita mengenali dan mengelola emosi anak melalui kegiatan psikoedukasi berbasis komunitas di Puskesmas Satu Hati, Kelurahan SG, Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan empat metode asesmen, yaitu Parenting Style Dimensions Questionnaire (PSDQ), observasi langsung, wawancara tidak terstruktur, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu masih memiliki pemahaman terbatas tentang emosi anak dan cenderung menilai perilaku seperti marah atau menangis sebagai kenakalan yang perlu dihentikan dengan cara membentak, mencubit, atau memberikan gawai. Berdasarkan hasil kuesioner PSDQ, 50% ibu menerapkan pola asuh otoriter, 32,5% otoritatif, dan 17,5% permisif. Faktor sosial, ekonomi, budaya, serta rendahnya literasi emosi menjadi penyebab utama munculnya pola asuh otoriter. Kegiatan psikoedukasi “Memahami dan Menangani Emosi pada Balita” terbukti relevan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu dalam mengelola emosi anak secara positif. Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola asuh menjadi lebih empatik, komunikatif, dan responsif, serta memberikan kontribusi pada pengembangan psikologi pengasuhan berbasis komunitas di Indonesia
Copyrights © 2025