Penelitian ini menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Daerah, dan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Kota Tangerang Selatan pada periode 2015–2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perkembangan PAD, belanja daerah, dan SiLPA serta menguji pengaruh parsial maupun simultan ketiga variabel tersebut terhadap kemandirian keuangan daerah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari BKAD Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian keuangan, yang berarti peningkatan PAD dapat memperkuat kemampuan fiskal daerah. Sebaliknya, belanja daerah berpengaruh negatif dan signifikan, sehingga peningkatan belanja cenderung menurunkan tingkat kemandirian apabila tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan. Sementara itu, SiLPA berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemandirian, sehingga surplus anggaran belum mampu memberikan kontribusi yang berarti. Secara keseluruhan, tingkat kemandirian keuangan Kota Tangerang Selatan masih tergolong rendah sehingga memerlukan optimalisasi PAD, peningkatan efisiensi belanja, serta pemanfaatan SiLPA secara lebih efektif
Copyrights © 2025