Risk Based Maintenance (RBM) adalah pendekatan pemeliharaan yang menggabungkan analisis risiko untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan mengurangi kegagalan komponen atau sistem. Pendekatan ini telah diterapkan sejak tahun 2011 melalui standar NORSOK Z-008 di sektor minyak dan gas Norwegia. RBM mengevaluasi kemungkinan dan dampak kegagalan tanpa perlu menganalisis penyebab fisik secara mendalam. Penelitian ini mengembangkan metode RBM dengan lima tingkat pemantauan bahaya dan tiga tingkat penilaian risiko, untuk menciptakan strategi pemeliharaan yang hemat biaya, aman, dan meningkatkan produktivitas. Penerapan RBM membantu mengatur jadwal pemeliharaan secara optimal, menggunakan sumber daya secara efisien, serta mengurangi gangguan mesin, terutama di industri manufaktur yang menggunakan teknologi tinggi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya optimasi RBM untuk memenuhi kebutuhan industri modern melalui identifikasi risiko, penggantian komponen, dan pengendalian biaya, sehingga meningkatkan keselamatan dan daya saing perusahaan. Dengan pendekatan sistematis berbasis data, RBM membuat keputusan pemeliharaan lebih objektif dan bisa merespons kondisi yang ada di lapangan, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang andal dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa RBM adalah metode strategis dalam transformasi industri menuju efisiensi dan keselamatan yang maksimal.
Copyrights © 2025