CV Tahu Bandung NN adalah perusahaan makanan yang memproduksi tahu bandung dengan sistem make to stock. Sistem produksi yang berjalan tanpa perencanaan berdasarkan kebutuhan aktual menyebabkan munculnya pemborosan seperti defect, waiting, motion, inventory, transportation, dan overproduction. Aktivitas-aktivitas ini tidak memberikan nilai tambah dan menurunkan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemborosan paling dominan, menghitung waktu siklus rata-rata per unit di tiap stasiun kerja, serta memberikan usulan perbaikan proses produksi. Pendekatan yang digunakan adalah Lean Manufacturing dengan alat bantu Value Stream Mapping (VSM) dan Waste Assessment Model (WAM). VSM digunakan untuk memetakan aliran proses dan mengidentifikasi aktivitas non-value added, sedangkan WAM digunakan untuk menilai dominasi pemborosan menggunakan Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa defect merupakan pemborosan paling signifikan, berkontribusi sebesar 14,57%. Penyebab utamanya adalah ketidakkonsistenan suhu perebusan dan kesalahan pencetakan. Selain itu, ditemukan ketidakseimbangan waktu siklus antar stasiun kerja. Usulan perbaikan difokuskan pada Future State VSM, berupa standarisasi proses, pengendalian suhu, dan penataan ulang area kerja. Penerapan metode ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi secara berkelanjutan
Copyrights © 2025