Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep teologis caritas dalam ajaran Gereja Katolik serta mengevaluasi dampaknya dalam membentuk relasi lintas agama dan aksi sosial di masyarakat plural. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-reflektif dengan metode studi pustaka atas dokumen Gereja, Kitab Suci, serta literatur teologi pastoral dan sosial. Penulis juga menelaah praktik nyata dari karya-karya karitatif Gereja Katolik di Indonesia yang melibatkan kerja sama lintas iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa caritas sebagai cinta yang tak bersyarat bukan hanya merupakan ajaran iman, tetapi juga fondasi etis yang mendorong Gereja untuk membangun dialog, kerja sama, dan solidaritas sosial di tengah keberagaman. Temuan ini menegaskan bahwa nilai caritas mampu menjadi jembatan antaragama serta memperkuat kesaksian Gereja sebagai komunitas kasih yang inklusif. Artikel ini diakhiri dengan saran agar pendekatan pastoral Gereja lebih menekankan pembinaan nilai caritas sebagai dasar transformasi sosial dan perdamaian.
Copyrights © 2025