Service learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan akademik dengan pelayanan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Penelitian-penelitian sebelumnya mengenai service learning umumnya berfokus pada pendidikan umum dan belum banyak diterapkan dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, masih sedikit yang membahas bagaimana model service learning dapat diintegrasikan dengan nilai, materi, dan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Berdasarkan kesenjangan berikut artikel ini membahas implementasi service learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 2 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan service learning mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keagamaan melalui pengalaman langsung, terutama dalam kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan proyek kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan teori agama dengan aksi sosial. Meski demikian, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, sarana prasarana, serta koordinasi antar pihak yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa service learning dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pengembangan karakter dan spiritual peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Copyrights © 2025