Penelitian ini dilandasi oleh kondisi sosial di Aceh yang menunjukkan masih tingginya jumlah anak yang hidup di jalanan meskipun telah terdapat berbagai program pemerintah seperti panti asuhan dan rumah singgah. Kondisi ini mengindikasikan adanya keterbatasan efektivitas dukungan yang tersedia bagi anak-anak tersebut.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem lingkungan terhadap pengalaman, kesejahteraan, dan perkembangan anak jalanan di Aceh berdasarkan Teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain studi kasus. Sebanyak 41 partisipan, terdiri atas anak jalanan, penghuni panti asuhan, pengasuh, dan orang tua, diwawancarai secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode kerangka kerja (framework analysis) dengan bantuan perangkat lunak NVivo.Penelitian menemukan empat tema utama, yaitu: (1) kesulitan ekonomi dan adaptasi bertahan hidup, (2) kekerasan dan disintegrasi keluarga, (3) isolasi sosial dan komunitas jalanan, serta (4) kehidupan jalanan sebagai strategi bertahan hidup. Interaksi antar faktor individu, keluarga, dan lingkungan sosial membentuk pola adaptasi anak jalanan dalam menghadapi tekanan hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman anak jalanan di Aceh dipengaruhi oleh sistem lingkungan yang kompleks.
Copyrights © 2025