Pelaksanaan proyek konstruksi berskala besar, seperti pembangunan Gedung Pusat Onkologi RSUD dr. Soeradji Tirtonegoro, menuntut sistem pelaporan yang efisien, terstruktur, dan informatif. Permasalahan utama yang sering terjadi adalah keterbatasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam melakukan pengawasan dan kendali proyek secara optimal akibat kompleksitas pekerjaan serta tidak adanya format baku pelaporan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pelaporan manajemen konstruksi berbasis Building Information Modeling (BIM) sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas kemajuan pekerjaan proyek. Metode yang digunakan mencakup pengolahan gambar kerja (shop drawing) dalam format presentasi (PPT) dengan simbolisasi warna sebagai indikator progres, yang selanjutnya dimodelkan ke dalam bentuk tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelaporan berbasis visual 3D ini mampu meningkatkan keterbacaan, mempercepat proses monitoring, serta mendeteksi keterlambatan atau ketidaksesuaian pelaksanaan proyek secara lebih dini. Model BIM terbukti memperkuat koordinasi dan pengambilan keputusan melalui penyajian data progres yang akurat dan mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak non-teknis. Dengan demikian, integrasi gambar kerja simbolik dan BIM direkomendasikan sebagai metode pelaporan progres yang adaptif dan efektif untuk proyek-proyek konstruksi sejenis
Copyrights © 2025