Endapan batubara pada Formasi Warukin di Kalimantan Selatan terbentuk dalam sistem deltaik yang kompleks, di mana variasi fasies dan lingkungan pengendapan berperan penting dalam mengontrol sebaran serta kualitas batubara. Pemahaman hubungan antara karakteristik litofasies, kondisi lingkungan pengendapan, dan parameter kualitas batubara menjadi aspek fundamental untuk interpretasi geologi endapan batubara. Analisis dilakukan berdasarkan data log bor (gamma ray dan densitas) serta deskripsi core untuk mengidentifikasi fasies dan lingkungan pengendapan. Hasil interpretasi menunjukkan tiga fasies utama, yaitu batupasir lempungan (Crevasse Splay–Interdistributary Bay), batulempung karbonan (Interdistributary Bay), dan batubara (Swamp). Secara keseluruhan, lingkungan pengendapan diinterpretasikan sebagai Transitional Lower Delta Plain yang dipengaruhi oleh aktivitas pasang surut dan sedimentasi halus. Analisis proksimat memperlihatkan nilai kalor batubara pada seam 6–9 berkisar antara 4968–5206 kcal/kg dengan kadar sulfur rendah (rata-rata 0,48%) dan kadar abu 18,38%. Karakteristik tersebut menunjukkan jenis batubara High Volatile C Bituminous hingga Subbituminous B Coal. Variasi litofasies dan dominasi sedimen halus pada lingkungan Transitional Lower Delta Plain berimplikasi terhadap penurunan nilai kalori akibat meningkatnya material pengotor selama proses pengendapan.
Copyrights © 2025