JURNAL HUTAN LESTARI
Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI

APLIKASI KOMPOS BLOK DENGAN PENAMBAHAN MIKORIZA DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN DI LAHAN MARGINAL

Munawaroh, Khoryfatul (Unknown)
Murda, Rio Ardiansyah (Unknown)
Fahni, Yunita (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Nov 2025

Abstract

Marginal land refers to degraded and infertile areas that are difficult to cultivate. One example of such land is found around the ITERA Botanical Garden Reservoir, where the soil is compacted and lacks fertility. Therefore, soil improvement is required prior to planting to enhance plant growth. In this study, soil amendment was applied in the form of block compost combined with mycorrhiza. Block compost is a compacted mixture of soil ameliorants formed into pot-like shapes; it is environmentally friendly and functions as a slow-release fertilizer. In addition to compost application, the use of microorganisms such as mycorrhiza can also improve plant adaptability in marginal soils. The experiment employed a completely randomized design (CRD) arranged in a split-plot design, where the main plot was the mycorrhiza treatment and the subplot was the block compost formulation. The objective of this study was to determine the best compost block formulation and treatment combination based on plant growth responses. The plant species tested were Casuarina equisetifolia, Terminalia mantaly, and Kigelia africana. Based on plant growth data measured over 16 weeks, mycorrhiza application showed no significant effect on plant growth. In contrast, the block compost treatment had a significant effect in both formulations. Terminalia mantaly exhibited better growth with block compost formula 1 (compost {5}: rice husk charcoal {2}: cow manure {2}: dolomite lime {0.1}), whereas Casuarina equisetifolia and Kigelia africana showed better responses with block compost formula 2 (compost {3}: rice husk {2}: cow manure {5}: dolomite lime {0.1}). Keywords: Block Compost, C. equisetifolia, K. africana, mychorriza, T. mantaly. Abstrak Lahan marginal merupakan lahan kritis yang tidak subur dan sulit untuk ditanami. Salah satu contoh tanah marginal terdapat di sekitar Embung Kebun Raya ITERA. Kondisi ini mengakibatkan tanah di sekitarnya tidak subur dan padat. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan tanah sebelum dilakukan penanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah dengan pengaplikasian kompos blok dengan mikoriza. Kompos blok adalah kombinasi amelioran tanah yang dipadatkan menyerupai pot tanaman, bersifat ramah lingkungan dan merupakan pupuk yang melepaskan unsur hara secara perlahan (slow release). Selain pengaplikasian kompos blok untuk lahan marginal, penggunaan mikroorganisme seperti mikoriza juga dapat membantu daya adaptabilitas tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan split-plot design. Faktor utamanya adalah mikoriza, dan anak petaknya adalah perlakuan kompos blok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis formulasi kompos blok terbaik serta kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan respon pertumbuhan tanaman. Jenis tanaman yang digunakan adalah Casuariana equisetifolia, Terminalia mantaly, dan Kigelia Africana. Berdasarkan data pertumbuhan tanaman yang diukur selama 16 minggu, diperoleh hasil bahwa mikoriza tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Pengaruh nyata ditunjukkan dengan perlakuan kompos blok pada kedua formula yang diberikan. Respon pertumbuhan T. mantaly lebih baik pada kompos blok formula 1 (kompos {5} : arang sekam padi {2} : kotoran sapi {2} : kapur dolomit {0.1}) sedangkan C. equisetifolia dan K. africana lebih baik pada kompos blok formula 2 (kompos {3}: sekam padi {2} : kotoran sapi {5} : kapur dolomit {0.1}) Kata kunci: C. equisetifolia, K. africana. kompos blok, mikoriza, T. mantaly.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jmfkh

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan ...