JURNAL HUTAN LESTARI
Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI

PEMANFAATAN BAMBU OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR BUKIT KINAI DESA SETANDUK KECAMATAN CAPKALA KABUPATEN BENGKAYANG

Bagaskara, Arul (Unknown)
Dirhamsyah, M (Unknown)
Yanti, Hikma (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Dec 2025

Abstract

Bamboo is one of the non-timber forest products that is widely used by the community around Bukit Kinai, Setanduk Village, Capkala District, Bengkayang Regency for various daily needs. Therefore, this study aims to obtain data on the types of bamboo utilized and the form of bamboo utilization by the Setanduk Village community. This research uses a survey method with direct interview techniques. Sampling at the research site was carried out using purposive sampling, namely respondents who utilize and use bamboo, the community that was used as a respondent was 213 people. Based on the results of the study, 7 types of bamboo were obtained which were utilized by the community around Bukit Kinai, Setanduk Village, Capkala District, Bengkayang Regency, namely aur (Bambusa vulgaris), tarekng (Gigantochloa hasskarliana), purasak (Schizostachyum lima), buuh poe (Schizostachyum brachyladum), batukng (Dendrocalamus asper), tumiang (Schizostachyum sp.), and munti (Schizostachyum sp.). There are 4 forms of bamboo utilization by the community around Bukit Kinai, Setanduk Village, Capkala District, Bengkayang Regency, namely as construction materials, woven materials, consumption materials, and cultural / traditional ritual materials. The Use Value (UV) value on the utilization of bamboo species, namely aur (Bambusa vulgaris), buuh poe (Schizostachyum brachyladum) and munti (Schizostachyum sp.) has the highest UV value with a value of 1. Then for the percentage of Fidelity Level (FL) the highest value (100%) is found in 4 types of bamboo namely tarekng (Gigantochloa hasskarliana), batukng (Dendrocalamus asper), tumiang (Schizostachyum sp.), and munti (Schizostachyum sp.). Keywords: Bamboo, Bukit Kinai, Community, Setanduk Village, Utilization Abstrak Bambu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Sekitar Bukit Kinai Desa Setanduk Kecamatan Capkala Kabupaten Bengkayang untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis-jenis bambu yang dimanfaatkan dan bentuk pemanfaatan bambu oleh masyarakat Desa Setanduk. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik wawancara secara langsung. Pengambilan sampel di lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, yaitu responden yang memanfaatkan dan menggunakan bambu, masyarakat yang dijadikan responden sebanyak 213 orang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 7 jenis bambu yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Sekitar Bukit Kinai Desa Setanduk Kecamatan Capkala Kabupaten Bengkayang, yaitu aur (Bambusa vulgaris), tarekng (Gigantochloa hasskarliana), purasak (Schizostachyum lima), buuh poe (Schizostachyum brachyladum), batukng (Dendrocalamus asper), tumiang (Schizostachyum sp.), dan munti (Schizostachyum sp.). Pemanfaatan bambu oleh masyarakat di Sekitar Bukit Kinai Desa Setanduk Kecamatan Capkala Kabupaten Bengkayang ada 4 bentuk pemanfaatan yaitu sebagai bahan kontruksi, bahan anyaman, bahan konsumsi, dan bahan budaya/ritual adat. Nilai Use Value (UV) pada pemanfaatan jenis bambu yaitu aur (Bambusa vulgaris), buuh poe (Schizostachyum brachyladum), dan munti (Schizostachyum sp.) memiliki niai UV tertinggi dengan nilai 1. Kemudian untuk persentase Fidelity Level (FL) nilai tertinggi (100 %) terdapat 4 jenis bambu yaitu tarekng (Gigantochloa hasskarliana), batukng (Dendrocalamus asper), tumiang (Schizostachyum sp.), dan munti (Schizostachyum sp.). Kata kunci: Bambu, Bukit Kinai, Masyarakat, Desa Setanduk, Pemanfaatan

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jmfkh

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan ...