Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, proses, dan dampak kolaborasi sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di wilayah 3T Tanjung Hilir Kalimantan Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru yang belum merata, serta akses teknologi yang terbatas; sementara strategi kolaboratif dilakukan melalui pelatihan guru, dukungan masyarakat terhadap pemenuhan fasilitas dasar, dan adaptasi penggunaan teknologi rendah-koneksi. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi menghasilkan dampak positif pada motivasi belajar, partisipasi siswa, dan perbaikan capaian akademik. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa keberhasilan kolaborasi sangat dipengaruhi oleh modal sosial lokal dan fleksibilitas adaptasi sekolah terhadap kondisi geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kolaborasi emergent berbasis masyarakat memiliki potensi menjadi pendekatan yang efektif untuk penguatan pendidikan Islam di wilayah 3T, dengan implikasi penting bagi kebijakan pemerataan mutu pendidikan nasional.
Copyrights © 2025