Kebisingan merupakan masalah yang sering kita jumpai terutama pada area industri. PT. Bukit Asam Kertapati Port merupakan salah satu unit operasional yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan distribusi batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebisingan, mengetahui distribusi paparan dan kontur, dan merekomendasikan upaya pengendalian kebisingan. Metode pengukuran kebisingan mengacu pada pemetaan kebisingan serta 5 in 1 environment Sound Level Meter. Pengukuran dilakukan pada area operasional yang memiliki aktivitas dan sumber kebisingan sebanyak 109 titik. Data yang diperoleh kemudian diolah menjadi peta kontur dengan variasi warna biru, hijau, kuning, orange, dan merah melalui Software Surfer 16. Hasil penelitian menunjukan tingkat kebisingan tertinggi sebesar 96,31 dBA dan tingkat terendah sebesar 48,2 dBA. berdasarkan peta kontur kebisingan, di dapatkan 18 titik pengukuran pada area pada area 5, 6, 11, dan 12 terindikasi melebihi nilai ambang batas (NAB) >85 dBA. upaya pengendalian kebisingan dapat dilakukan dengan memperhatikan sumber kebisingan, distribusi paparan kebisingan dan penerima kebisingan.
Copyrights © 2025