Penelitian ini mengkaji pengaruh perbedaan generasi terhadap pola interaksi sosial di ruang publik, khususnya dalam konteks keseimbangan antara interaksi digital dan realitas fisik di Lapangan Gajah Mada Medan. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi di ruang publik, dengan dampak yang berbeda pada setiap generasi. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara mendalam terhadap tiga kelompok generasi: anak-anak (Gen Alpha), remaja (Gen Z), dan orang tua (Milenial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki pola interaksi yang berbeda secara signifikan. Generasi anak-anak masih menunjukkan intensitas interaksi tatap muka yang tinggi tanpa gangguan teknologi digital. Generasi Z menampilkan pola interaksi hybrid dengan penggunaan teknologi yang selektif namun mengakui dominasi interaksi digital yang berdampak negatif pada komunikasi langsung. Generasi orang tua menunjukkan pola interaksi fungsional dengan penggunaan teknologi yang minimal. Penelitian ini menemukan bahwa keseimbangan antara interaksi digital dan fisik belum tercapai, dengan kecenderungan dominasi digital yang mengurangi kualitas interaksi tatap muka. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan ruang publik yang inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan berbagai generasi di era digital.
Copyrights © 2025