Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah angkatan kerja dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Pengangguran terbuka masih menjadi salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas pasar tenaga kerja, terutama ketika pertumbuhan angkatan kerja tidak sejalan dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan data time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik serta menerapkan analisis regresi linier berganda untuk menilai hubungan parsial dan simultan kedua variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja memiliki pengaruh signifikan dan cenderung meningkatkan tingkat pengangguran terbuka. Sebaliknya, IPM memberikan pengaruh signifikan negatif, yang menandakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia berkontribusi terhadap penurunan pengangguran. Secara simultan, kedua variabel terbukti memengaruhi tingkat pengangguran terbuka secara signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan peningkatan kualitas SDM dan pengembangan lapangan kerja produktif.
Copyrights © 2025