Tradisi berburu ikan paus di Lamalera, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu praktik budaya maritim tertua di Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Aktivitas ini tidak hanya mencerminkan nilai spiritual dan sosial masyarakat, tetapi juga mengandung berbagai konsep matematis yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk etnomatematika yang muncul dalam proses perburuan paus, termasuk penggunaan pola geometri pada pembuatan perahu peledang, perhitungan proporsi dan keseimbangan dalam pembagian peran serta hasil tangkapan (leo dan tasi lefo), serta analisis strategi berburu yang berkaitan dengan estimasi jarak, kecepatan, dan arah angin. Pendekatan kualitatif etnografis digunakan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan para lamafa (pemburu utama), pembuat perahu, serta tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep matematika seperti geometri, pengukuran, proporsi, dan pemodelan informal tercermin kuat dalam praktik tradisional mereka, meskipun tidak disadari sebagai bentuk matematika formal. Temuan ini mengungkapkan bahwa tradisi Lamalera merupakan sumber pembelajaran matematika kontekstual yang kaya dan potensial untuk dikembangkan dalam pendidikan berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2025