Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi (PE), Upah Minimum (UM), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap jumlah penduduk miskin di Provinsi Lampung selama periode 2018–2024. Kemiskinan di Lampung, meskipun menunjukkan tren penurunan, masih menjadi masalah signifikan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel, dan model estimasi terbaik adalah Random Effect Model (REM). Hasil uji parsial ($t$-statistik) menunjukkan bahwa Upah Minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Sementara itu, Pertumbuhan Ekonomi dan IPM terbukti memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan secara parsial. Namun, hasil uji simultan ($F$-statistik) menegaskan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Koefisien determinasi ($R^2$) menunjukkan bahwa 50,73% variasi jumlah penduduk miskin dijelaskan oleh model ini. Hal ini mengindikasikan bahwa pengentasan kemiskinan di Lampung harus didasarkan pada strategi multidimensional yang memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (IPM) yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi inklusif dan kebijakan upah yang terintegrasi
Copyrights © 2025