Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan cahaya ultraviolet (UV) dan cat fluorescent dalam karya lukisan Galam Zulkifli, seniman asal Sumbawa, serta bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk pengalaman artistik yang unik, imajinatif, dan memukau para penonton atau audiens. Dengan merujuk padabadan pemikiran John Dewey dalam Art as Experience, penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman estetis sebagai proses interaktif antara seniman, karya, dan penonton. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap karya Seri Iluminasi milik Galam Zulkifli. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap karya di studio (Iniseum) miliknya, wawancara mendalam dengan seniman, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menelusuri keterkaitan antara bentuk visual, medium, dan pengalaman perseptual yang ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cahaya UV dan cat fluorescent tidak hanya menciptakan efek visual yang memukau dalam gelap, tetapi juga membuka ruang kontemplatif yang merangsang persepsi dan emosi audiens. Karya ini menjembatani antara tampilan visual yang kasat mata dengan lapisan makna tersembunyi yang hanya muncul dalam kondisi pencahayaan tertentu. Hal ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat digunakan secara kreatif untuk memperluas kemungkinan artistik. Dengan demikian, Seri Iluminasi menjadi contoh konkret dari perpaduan antara teknologi, imajinasi, dan nalar logis dalam membangun pengalaman estetis yang mendalam, khas dalam praktik seni rupa kontemporer Indonesia. The Artistic Exploration of UV Illumination and Fluorescent Materials in Galam Zulkifli’s PaintingsABSTRACTThis study aims to examine the use of ultraviolet (UV) light and fluorescent paint in the paintings of Galam Zulkifli, an artist from Sumbawa, and how these elements create a unique, imaginative, and captivating artistic experience for viewers or audiences. Drawing on John Dewey's ideas in Art as Experience, this study emphasizes the importance of aesthetic experience as an interactive process between the artist, the artwork, and the audience. The method used is qualitative, employing a case study approach to Galam Zulkifli's Illumination Series. Data was collected through direct observation of the works in his studio (Iniseum), in-depth interviews with the artist, and visual documentation. The analysis is descriptive-interpretative, exploring the connections between visual form, medium, and the perceptual experience evoked. The research findings show that the use of UV light and fluorescent paint not only creates stunning visual effects in the dark but also opens up a contemplative space that stimulates the audience's perception and emotions. This work bridges the gap between the visible visual display and the hidden layers of meaning that only emerge under specific lighting conditions. This demonstrates how technology can be creatively utilized to expand artistic possibilities. Thus, the Illumination Series serves as a concrete example of the fusion of technology, imagination, and logical reasoning in crafting a profound aesthetic experience, characteristic of contemporary Indonesian visual art practice.
Copyrights © 2025