Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mendorong pencarian sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Salah satu alternatifnya adalah pemanfaatan limbah biomassa, seperti baglog jamur tiram (Pleurotus ostreatus), sebagai bahan baku biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur karbonisasi pengarangan (300°C, 350°C, 400°C, 450°C, dan 500°C) terhadap karakteristik biobriket yang meliputi kadar air, abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor. Proses pembuatan biobriket diawali dengan karbonisasi limbah baglog menggunakan furnace, dilanjutkan dengan pencampuran perekat tepung tapioka kemudian dicetak menggunakan alat briket metode compacting. Pengujian karakteristik biobriket dilakukan berdasarkan parameter analisis proksimat (kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan karbon terikat), dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur karbonisasi, maka kadar air dan zat terbang cenderung menurun, sedangkan karbon terikat dan nilai kalor meningkat. Temperatur terbaik dalam penelitian ini berada pada 500°C dengan kadar air sebesar 3,26%, kadar abu 4,61%, nilai karbon terikat 81,54% dan nilai kalor sebesar 5.817,39 kal/gram. Limbah baglog jamur tiram terbukti memiliki potensi sebagai bahan baku energi alternatif yang layak dikembangkan.
Copyrights © 2025