Dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas jemaah haji dan umrah serta peningkatan hubungan perdagangan kedua negara, kerja sama dalam bidang transportasi dan logistik antara Indonesia dan Arab Saudi terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Atase Perhubungan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dalam pelaksanaan kerja sama transportasi dan logistik Indonesia–Arab Saudi, mengidentifikasi masalah teknis dan diplomatik, dan menjelaskan bagaimana peran ini penting untuk memastikan implementasi kesepakatan kerja sama yang dituangkan dalam berbagai nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dan data dikumpulkan melalui observasi langsung selama magang, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atase Perhubungan berpartisipasi secara aktif dalam koordinasi teknis penerbangan haji dengan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, pengawasan transportasi darat dengan perusahaan lokal Arab Saudi, dan memfasilitasi pengakuan sertifikasi pelaut Indonesia berdasarkan standar STCW. Namun, kerja sama ini masih menghadapi masalah seperti slot penerbangan yang terbatas, kemacetan lalu lintas selama musim haji, dan kualitas armada transportasi darat yang dimiliki Garuda Indonesia. Secara keseluruhan, kerja sama ini telah terbukti cukup berhasil dalam memastikan bahwa ibadah haji dan umrah berlangsung dengan lancar, memberikan kesempatan kerja bagi pelaut Indonesia, dan memperpendek rantai pasokan logistik bilateral. Peran Atase Perhubungan menunjukkan betapa pentingnya diplomasi teknis untuk menjalankan diplomasi ekonomi Indonesia di luar negeri.
Copyrights © 2025