Sistem ventilasi pada kandang sapi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ternak dan efisiensi produksi, terutama dalam mengendalikan penyebaran penyakit. Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem ventilasi kandang sapi terhadap distribusi aliran udara dan pergerakan partikel pembawa virus Foot-and-Mouth Disease (FMD) dengan menggunakan pendekatan simulasi CFD. Dua skenario dibandingkan, yaitu ventilasi alami dan ventilasi mekanik dengan penambahan supply fan. Analisis dilakukan pada kontur kecepatan, pola streamline, fraksi partikel suspended dan escaped, serta visualisasi particle residence time secara transien pada 210 detik. Hasil menunjukkan bahwa pada natural ventilation pola aliran udara yang terbentuk tidak merata dengan zona resirkulasi yang signifikan, jumlah partikel suspended tinggi, dan waktu tinggal partikel lebih lama. At 210 seconds, the fraction of suspended particles in the natural and mechanical ventilation systems was 86.1% and 12.1%, respectively. The number of escaped particles in the natural and mechanical ventilation systems was 13.9% and 87.9%, respectively. Temuan ini mengindikasikan bahwa ventilasi mekanik lebih efektif dalam meningkatkan pencampuran udara, mempercepat pembuangan partikel tercemar, serta menekan risiko penyebaran virus PMK secara airborne di dalam kandang sapi.
Copyrights © 2025