Kelompok Tani Masagena di Desa Pitusunggu, Kabupaten Pangkep, menghadapi masalah ketidakstabilan produksi ikan nila akibat fluktuasi kualitas air tambak dan terbatasnya pemanfaatan teknologi budidaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan stabilitas produksi melalui penerapan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) dan penguatan kapasitas pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, serta instalasi perangkat IoT yang dilengkapi sensor pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan turbidity yang terintegrasi dengan mikrokontroler. Selain itu, dilakukan pelatihan e-marketing dan penguatan branding usaha. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan mitra dalam mengoperasikan alat, membaca data, serta melakukan tindakan korektif terhadap perubahan kualitas air. Implementasi IoT mampu menurunkan tingkat mortalitas ikan dari ±18% menjadi 8–10%, menstabilkan masa pemeliharaan pada ±4 bulan, serta meningkatkan produktivitas 12–15%. Pada aspek pemasaran, terjadi peningkatan permintaan sekitar 22% dan kenaikan harga jual melalui optimalisasi media sosial dan marketplace. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas budidaya, daya saing produk, serta kapasitas kewirausahaan masyarakat pesisir.
Copyrights © 2025