Penyandang disabilitas rungu (tuli) masih menghadapi hambatan besar dalam mengakses layanan sosial. Minimnya kemampuan lembaga Pelayanan Sosial termasuk lembaga pelayanan sosial untuk kesejahteraan perempuan dan anak dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) dan mitra lainnya di Kota Medan dalam memberikan layanan inklusif melalui pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyadaran, pembentukan kelompok belajar, pelatihan dasar bahasa isyarat, dan pembentukan komunitas berkelanjutan via media digital. Hasil menunjukkan bahwa para peserta pelatihan memiliki pengetahuan, kesadaran mengenai budaya tuli serta keterampilan dasar bahasa isyarat. Pelatihan ini juga membentuk fondasi bagi lembaga pelayanan sosial yang lebih ramah disabilitas.
Copyrights © 2025