Korupsi merupakan persoalan serius yang melemahkan kepercayaan publik dan menghambat pembangunan nasional. Rendahnya integritas moral di kalangan generasi muda menunjukkan bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya efektif dalam menanamkan nilai antikorupsi. Penelitian ini menelaah bagaimana nilai-nilai antikorupsi dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) guna memperkuat pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 15 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah PKn. Analisis tematik menghasilkan empat tema utama: pemahaman nilai antikorupsi, efektivitas pembelajaran PKn, hambatan internalisasi nilai, dan strategi penguatan budaya integritas di kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab merupakan nilai yang paling dipahami mahasiswa, sedangkan efektivitas PKn dinilai cukup tinggi pada aspek kesadaran moral, namun masih rendah pada penerapan perilaku etis. Hambatan utama terletak pada budaya permisif terhadap ketidakjujuran dan kurangnya sistem pelaporan etika yang tegas. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan antikorupsi membutuhkan sinergi antara pembelajaran, keteladanan dosen, dan sistem kampus yang berintegritas. Integrasi nilai antikorupsi dalam PKn bukan sekadar inovasi kurikulum, melainkan strategi fundamental untuk membentuk generasi berkarakter yang menjadi agen perubahan menuju masyarakat bersih dan beretika.
Copyrights © 2025