Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran diferensiasi berbasis STEAM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Latar belakang menyebut rendahnya keterampilan berpikir kreatif di kalangan siswa SD, khususnya dalam aspek originality dan elaboration, yang dipengaruhi oleh metode pembelajaran tradisional dan kurangnya integrasi lintas disiplin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest terhadap 193 siswa di sekolah dasar, dengan instrumen tes berpikir kreatif yang mengukur indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Analisis data mencakup uji validitas & reliabilitas, uji normalitas & homogenitas, perhitungan N-Gain, serta uji-t paired sample untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran diferensiasi berbasis STEAM secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, dengan nilai N-Gain pada kategori sedang hingga tinggi untuk sebagian besar indikator, serta nilai signifikansi (p < 0,05) pada uji-t. Kesimpulannya, model ini efektif dan direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk mengembangkan kreativitas siswa SD di era pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2025