Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di dunia kerja, salah satunya melalui Program Asistensi Mengajar di FKIP Universitas Syiah Kuala. Inovasi program ini yaitu penempatan mahasiswa pada sekolah yang dekat dengan domisili mereka. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan program tersebut di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan total sampel 17 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert 20 item yang mencakup aspek pelaksanaan, manfaat, dampak, hambatan, dan kepuasan. Hasil menunjukkan persepsi mahasiswa berada pada kategori sangat baik (rata-rata 4,2), dengan skor tiap aspek: pelaksanaan 4,26; manfaat 4,5; dampak 4,52; hambatan 2,68; dan kepuasan 4,6. Meskipun demikian, terdapat kendala terkait perbedaan budaya dan hubungan kekeluargaan dengan guru yang memengaruhi profesionalitas. Oleh karena itu, pelatihan multikultural dan penyamaan persepsi dengan guru pamong diperlukan untuk meningkatkan profesionalitas dan efektivitas program.
Copyrights © 2025