Pendidikan inklusi merupakan amanat undang-undang yang menuntut sekolah reguler untuk dapat melayani keberagaman peserta didik Kadir, A. (2015).. Namun, implementasi di lapangan sering terkendala oleh minimnya kompetensi guru dalam menangani Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru di UPT SPF SD Inpres Kassi-Kassi Makassar dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui workshop partisipatif yang meliputi sosialisasi konsep, pelatihan identifikasi dan asesmen sederhana, simulasi strategi pembelajaran diferensiasi, serta penyusunan Rencana Aksi Sederhana (RAS). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pemahaman dari 43 (kategori Kurang) pada pre-test menjadi 81,6 (kategori Sangat Baik) pada post-test. Selain itu, terbentuknya Tim Inti Inklusi (TII) sebagai local champion menjadi indikator keberlanjutan program di sekolah mitra. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa intervensi berbasis praktik (hands-on) efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kebijakan inklusi dan praktik pembelajaran di kelas.
Copyrights © 2025