Penelitian ini menganalisis bagaimana media membingkai feminitas dan kekerasan terhadap perempuan melalui pemberitaan kasus pembunuhan di Palembang yang dimuat oleh TribunJakarta.com berjudul “Kisah Ibu Hamil Dibunuh Hidung Belang di Hotel Palembang, Kesulitan Ekonomi Buat Jalani 2 Profesi”. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk, yang mencakup tiga level analisis: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mereproduksi ideologi patriarkal melalui bahasa dan narasi. Struktur teks memperlihatkan kecenderungan moralistik yang mengaburkan kekerasan pelaku dan menilai korban berdasarkan norma feminitas. Pada level kognisi sosial, nilai patriarki dan logika komersial media digital memengaruhi cara jurnalis menulis dan memaknai peristiwa. Sementara itu, pada level konteks sosial, media berfungsi sebagai agen kekerasan simbolik yang menormalisasi ketimpangan gender dan memperkuat stereotip terhadap perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran gender dalam praktik jurnalistik agar media dapat berperan sebagai sarana edukatif dan advokatif terhadap keadilan sosial.
Copyrights © 2025