Artikel ini mengkaji fenomena resepsi pernikahan minimalis dalam perspektif Islam, dengan menyoroti ketegangan antara nilai kesederhanaan yang dianjurkan dalam ajaran agama dan dorongan prestise sosial dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis literatur keislaman, budaya, dan hukum pernikahan di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak pasangan Muslim memilih resepsi mewah karena pengaruh adat, ekspektasi keluarga, dan tren sosial, meskipun hal tersebut sering kali menimbulkan beban ekonomi dan mengabaikan nilai spiritual pernikahan. Islam mengajarkan bahwa pernikahan yang paling berkah adalah yang paling ringan bebannya. Artikel ini menawarkan solusi seperti penyederhanaan mahar, edukasi masyarakat tentang makna walimah yang sesuai syariat, serta optimalisasi peran tokoh agama dalam membimbing umat. Dengan demikian, tercipta keseimbangan antara pelaksanaan ajaran Islam dan tuntutan sosial yang terus berkembang.
Copyrights © 2025