Bengkel sepeda motor merupakan salah satu sumber penghasil limbah logam aluminium yang cukup tinggi, terutama dari komponen mesin bekas seperti karter, rumah kopling, dan braket. Berdasarkan hasil observasi, mitra bengkel mengalami beberapa permasalahan utama, yaitu rendahnya kemampuan pemilahan limbah non-ferrous, penanganan limbah yang masih tercampur oli dan komponen non-logam, tidak tersedianya SOP pengelolaan limbah, serta belum adanya pemanfaatan limbah aluminium menjadi produk bernilai tambah. Kondisi ini menyebabkan limbah hanya dijual sebagai scrap dengan harga rendah, menumpuk di area kerja, dan menimbulkan risiko pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui kerja sama Tim Otomotif Peduli Lingkungan Hidup (OPELH) dengan bengkel mitra di Kabupaten Gowa untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengelolaan limbah aluminium serta pengolahannya menggunakan teknik pengecoran cetak. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi dan kebutuhan mitra, pelatihan pemilahan limbah dan penerapan K3, demonstrasi proses peleburan dan penuangan aluminium, serta pendampingan produksi dan pemasaran produk olahan sederhana berupa peralatan masak seperti wajan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan mitra mengenai pengelolaan limbah, kemampuan teknis pengecoran, serta kesadaran terhadap aspek keselamatan dan lingkungan. Selain itu, mitra berhasil menghasilkan produk seperti wajan dan tatakan berbahan aluminium daur ulang yang memiliki nilai jual. Program ini berkontribusi pada terciptanya bengkel berwawasan lingkungan, peningkatan produktivitas, serta terbukanya peluang ekonomi baru berbasis pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025