Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi Duolingo sebagai alat bantu pengajaran dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris pada peserta didik sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap sumber daya pembelajaran bahasa. Literasi bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi krusial bagi pengembangan kemampuan komunikasi dan akademik di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan campuran (mixed methods), mengintegrasikan data kuantitatif dari nilai pre-test dan post-test kemampuan literasi bahasa Inggris serta data kualitatif dari observasi partisipatif dan wawancara dengan peserta didik dan guru. Subjek penelitian melibatkan 50 peserta didik kelas 4 dan 5 dari dua sekolah dasar di Kabupaten Takalar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan Duolingo) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor literasi bahasa Inggris kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peserta didik menunjukkan peningkatan dalam penguasaan kosakata, pemahaman tata bahasa dasar, dan kemampuan membaca sederhana. Aspek motivasi belajar juga terlihat meningkat pada peserta didik yang menggunakan Duolingo, karena fitur gamifikasi dan umpan balik instan yang ditawarkan aplikasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet masih menjadi kendala di beberapa area. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Duolingo memiliki potensi besar sebagai suplemen efektif dalam pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, terutama dalam konteks keterbatasan sumber daya, asalkan diimplementasikan dengan strategi yang terencana dan didukung oleh infrastruktur yang memadai. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital dan pelatihan guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran bahasa.
Copyrights © 2025